Showing posts with label Masakan - Ikan dan Seafood. Show all posts
Showing posts with label Masakan - Ikan dan Seafood. Show all posts

Saturday, 21 December 2013

Ikan Salem Acar Kuning


Sudah bolak-balik ke pasar cari ikan bawal, kok susah ya, tidak ada satupun penjual ikan yang menyediakan ikan bawal, huh terpaksa beli ikan yang ada daripada penasaran pengen masak acar kuning ini. Abang penjual ikan merekomendasikan ikan salem. Seumur-umur saya belum pernah memasak bahkan memakannya, bentuknya sih mirip ikan kembung, kalau ikan kembung sudah sering banget, saya dan suami doyan. Yowis, yang ada aja, bungkusss, bang :D

Resep asal punya mba Diah saya modifikasi sedikit, soalnya pengen mengurangi goreng-gorengan, jadinya ikannya saya panggang kering aja menggunakan Happy Call, dengan memberi sedikit minyak goreng. Oiya, memasak ikannya satu per satu ya teman-teman, jangan dimasukkan sekaligus meskipun masih ada cukup tempat, soalnya ikan akan lebih beresiko hancur ketika kita membaliknya karena posisinya yang tumpang tindih di dalam Happy Call.

Wednesday, 20 November 2013

Masak Praktis Dengan Happy Call


Beberapa hari ini benar-benar bingung mau masak apa. Semuanya terasa membosankan, huff tapi mau bagaimanapun harus tetap masak, maklum posisi sebagai chef tunggal :D

Eeh tau-tau, mendadak tadi malam suami bilang makan brokoli bagus untuk mencegah kanker dan dia bersedia makan brokoli, hahaha, tumben banget kan, biasanya harus dengan penuh perjuangan dulu agar dia mau memakannya, sampai bela-belain saya sendokin langsung ke piringnya. Dari celotehan suami inilah saya hari ini ke pasar beli brokoli dan berharap di pasar ada yang jual udang juga. Syukurlah pas sampai di tukang ikan, udangnya ada, walaupun kondisinya tidak begitu segar, tapi masih dalam kondisi baik, yah begitulah akhir-akhir ini susah mendapatkan udang segar sejak dolar menanjak naik, kata ibu di pasar sih udang itu termasuk komoditi ekspor, jadi udangnya banyak dikirim ke luar negeri, hebat juga pengetahuan ibu satu ini, hehehe.

Thursday, 14 November 2013

Mujair Goreng Yang Bisa Terbang :D


Hihihi... Bingung ya sama judulnya? Sebenernya sih ini cuman ikan mujair yang digoreng aja, cuman saya goreng sampai kering, sehingga kalau di taruh di piring, ikannya bisa mengambang, itulah asal usul judulnya. :)

Kebetulan nih saya lagi ketagihan berat sama ikan goreng ini, benar-benar nikmat, berawal dari ketika saya membeli ikan goreng di rumah makan padang, yang sempat membuat lidah saya penasaran ingin selalu mencoba karena ikannya garing banget. Akhirnya coba-coba bikin sendiri, eh bisa juga, jadi tidak perlu ke rumah makan padang lagi, siipp dah.

Agar ikan mujairnya tergoreng sempurna dan garing, kuncinya hanya ada 2 hal, yaitu minyak yang buanyakkk dan suhu minyak yang benar-benar panas. Menggunakan minyak yang banyak mungkin menjadi masalah bagi ibu-ibu yang hemat seperti saya. Tentu sayang dong minyak yang sekali goreng ikan langsung menghitam dan tidak bisa digunakan lagi alias langsung dibuang. Saya punya kebiasaan mengumpulkan minyak goreng, minyak goreng yang sudah dipakai 2 kali, misal sehabis menggoreng kerupuk atau tempe goreng (jadi minyaknya belum kotor) akan saya kumpulkan di sebuah rantang, setelah minyak terkumpul barulah saya gunakan untuk menggoreng ikan, sehabis goreng ikan minyaknya bisa dibuang deh :D

Friday, 18 October 2013

Bubur Ikan Teochew/Fish Porridge Singapore ala Dapur Alba15


Demi menyenangkan hati suami, saya mencoba membuat bubur ikan yang sangat digemarinya sewaktu dia bekerja di Singapore. Saya sendiri pernah mencoba memakannya 1-2 kali sewaktu berlibur di Singapore, menurut lidah saya, bumbu yang digunakan pastilah tidak banyak dan sepertinya tidak terlalu susah membuatnya, yang penting ikan dan udang yang digunakan haruslah segar, sehingga kuah kaldu yang dihasilkan mantap.

Dan hasil coba-coba ini mendapat pujian dari suami, katanya rasanya sudah sangat mirip (walaupun secara penampilan tidak begitu mirip), yess, berhasil, senangnya, sekarang menu bubur ikan ini menjadi menu andalan saya di rumah.

Saturday, 5 October 2013

Nasi Bakar Teri + Ayam


Lumayan kali ini daun pisang yang saya simpan di kulkas cukup awet, hampir 2 mingguan, walaupun warna daunnya ada yang kuning, hihihi, tapi masih bisa dipakai. Besok-besok pengen nyoba tips dari ibu sayur, sebelum di simpan di kulkas (bagian chiller) daunnya dijemur dulu baru dibungkus koran dan plastik. Sedangkan teman di grup malah menyarankan untuk menyimpannya di freezer, nanti ah dicoba satu per satu, biar nanti diketahui mana yang lebih awet. Untuk memanfaatkan daun pisang yang ada ini, saya akan membuat nasi bakar, lumayan buat stok makanan di kulkas.

Sebenarnya sih pengen bikin isian tumisan ayam dan jamur, tapi suamikan tidak doyan jamur, daripada nanti cuman makan sendiri, saya mengalah deh, yang penting sama-sama bisa menikmati, jadinya saya pakai ikan teri yang telah digoreng dan tumisan ayam saja untuk isian. Dan taukah teman-teman, nasi bakar ini mendapatkan pujian dari suami loh, katanya nasi bakarnya enak loh (sewaktu menawarkan teman yang kebetulan berkunjung untuk makan malam di rumah, hihihihi), senangnya, sampai-sampai saya menanyakan beberapa kali ke dia, apa bener nasi bakarnya enak, eh malah dijawab ketus karena dia bosan menjawabnya, hehehe, yah gitu deh suami, tapi tetap senang kok... Untuk menemani nasi bakar ini, saya juga membuat sambal matah.

Berikut resepnya:

Saturday, 21 September 2013

Botok Ikan Asin Jambal


Resep aslinya sebenarnya menggunakan ikan asin peda, tapi saya ganti dengan ikan asin jambal, rasanya tetap makyus.

Saya emang penyuka masakan yang dibungkus daun pisang seperti ini. Aroma daun emang selalu menambah selera makan. Tapi hal ini tidak berlaku untuk suami, hiks hiks, lagi-lagi tantangan buat saya. Walaupun bukan menjadi favorit suami dan dia memakannya tanpa komentar, hahaha, resep ini akan tetap saya simpan, kapan-kapan pasti saya cobain lagi karena sudah cocok di lidah

Monday, 16 September 2013

Asam Pedas Ikan Tenggiri


Kali ini lagi-lagi tergoda dengan resep mba Endang yang superr pedas ini.
Bahkan jauh-jauh hari saya sudah niat'in untuk menjemur cabe. Ternyata butuh waktu yang cukup lama juga untuk mengeringkan cabe meskipun cuaca begitu panasnya, kirain bisa 1-2 hari saja.

Perjuangan saya tidak hanya sebatas cabe kering, setelah hari ini dijadwalkan untuk bikin asam pedas ini, satu pasar saya cariin belimbing wuluh, eh tiba-tiba raib, tidak ada satupun yang menjualnya, terpaksa menggunakan tomat hijau.

Oiya, satu hal lagi, berhubung masih punya sambal terasi sisa makan lele goreng (lele Lela), jadinya saya tidak menambahkan terasi, tapi saya tambahkan sambal terasi ini yang rasanya ampun-ampun deh pedasnya (karena ini cara sesat, tidak saya tulis di resep)

Thursday, 22 August 2013

Mujair Bakar Berbumbu Nikmat


Resep ini sama seperti yang sudah saya posting sebelumnya di sini, namun kali ini saya menggunakan ikan, saya emang sedang tergila-gila menggunakan bumbu bakar ini, rasanya sudah enak dan pas. Untuk ayam ataupun ikan semuanya cocok. Hanya kalau menggunakan ikan, ikannya tidak perlu diungkep dulu, hanya dioles saja sewaktu memanggang.

Awalnya pengen manggang menggunakan alat panggang yang sama dengan saya memanggang ayam, namun ternyata tetap tidak semudah bayangan, dan saya menyerah, akhirnya menggunakan happy call lagi.

Pertama-tama bakar menggunakan api sedang saja, sampai daging ikan sedikit mengering, baru diolesi bumbu. Saran saya, ketika memanggangnya jangan terlalu sering dibolak balik, karena akan membuat ikan hancur.

Berikut resepnya:

Tuesday, 30 July 2013

Bandeng Presto


Ini adalah percobaan yang kedua, yang pertama, rasanya sudah ok, tapi tulangnya kurang lembut, meskipun saya telah memasaknya 2x30 menit, mungkin dikarenakan air yang saya gunakan kurang banyak, sehingga ikan kurang terendam air. Hari ini (percobaan kedua), saya langsung memasak selama 1 jam dan hasilnya lebih memuaskan, hanya tulang tengah aja yang masih keras sedikit, berarti resep berikut ini sudah patut saya simpan

Untuk penyimpanan di kulkas, saya menggunakan daun pisang yang awalnya digunakan sebagai alas pada panci presto (jadi jangan dibuang dulu ya) sebagai pembungkus ikan agar ikannya tidak lengket 1 sama lainnya, maklum keluarga kecil, 1 hari hanya bisa menghabiskan paling banyak 1 ekor, itu juga sebagian besar saya yang menghabiskannya hahaha, suami tidak doyan sih...

Friday, 26 July 2013

Udang Goreng Tempura


Hayoo siapa yang ga bisa bikin udang goreng tempura? Ga perlu malu kok, dulu saya jg ga tahu caranya, entah siapa yang dulu ngajari, karena sudah lama jadinya lupa deh. Kalau sudah tau caranya, pasti deh pada bilang, "Ooo ternyata sangat simpel ya" padahal masakan ini kalau dijual di restoran termasuk mahal juga loh. Nah kalau sudah tahu caranya ga usah beli di luar lagi, tinggal masak sendiri lebih murah dan sehat, ditambah lagi ada bumbu cinta, pasti puasss deh....

Anak-anak juga biasa menyukai makanan ini, salah satunya ponakan saya, kalo liat dia makan dengan lahap rasanya senang banget, apalagi dengar celotehannya yang bilang udangnya enak, hihihi bs melayang ke langit ketujuh nih.

Di sini saya tidak merinci resepnya, hanya lebih menekan cara pembuatan aja, kalau soal takaran, semuanya kira-kira, tergantung selera.

Friday, 5 July 2013

Sarden Tongkol Homemade


Sudah lama tidak makan sarden, kok jadinya kangen juga ya, tapi itu kan makanan kaleng, yang seharusnya saya dan suami hindari, hiks so gimana dong, ya bikin sendiri yak, hehehe... Ayo siapa takut!

Awalnya sih pengen bikin dari ikan tuna, tapi nyari-nyari di pasar kok ga ada yang jual, akhirnya terpaksa beli ikan tongkol, padahal mama selalu mewanti-wanti jangan makan ikan tongkol karena katanya suka beracun. Dan benar saja, ketika mama menelpon, saya katakan barusan bikin sarden ikan tongkol, langsung deh omelan mama terdengar (baiklah mama tercinta lain kali saya tidak beli dan memasak ikan tongkol lagi :) )

Friday, 20 February 2009

Pertempuran sengit melawan "Kembung"

Hahahah... akhir2 ini lagi ketagihan goreng ikan. Awal mulanya:
Suatu hari, karena bosen maem tahu tempe mulu (karena paling gampang masaknya, tinggal kasih garam, goreng deh, or di masak kuah-khusus tahu, tinggal cemplung cemplung, hehehe), iseng2 nanya ikan ama tukang sayur, katanya gmn klo ikan "Kembung" aja, soalnya gampang gorengnya, tulangnya jg ga banyak. Sempet saling pandang ma itu ikan, gmn ya, walau dibilang gampang, tetep aja bagi saya tidak gampang. Akhirnya dengan sedikit keberanian, menyoel ibu sebelah (tukang sayurnya sibuk melayani pelanggan laen). Terjadi percakapan singkat:

Saya : "Bu goreng ikan ini gmn ya"
Ibu : "Gampang (kok kata ini mendadak tenar), tinggal buang insangnya, kasih air jeruk, garam'in, goreng dah"

Saya masih manggut2 aja. Mendadak ibu laen nyamperin.
Ibu 2 : "Iya, tinggal kasih garam + air jeruk, gores2 badannya"
Saya : "Ooo digores-gores dulu ya, bu"
Ibu 2 : "Ga usa banyak2 goresnya, paling 2 aja"
Saya : "Oiya, buang insangnya gmn? (baru ngeh)"
Ibu 3 (ternyata ibu2 ini pada baek ya) : "Tinggal suruh noh bersihin" (sambil nunjuk tukang sayur, tapi nunjuknya ga pake tangan alias pake mulut, monyong dah...)
Saya : "Bersihin sisiknya?"
Ibu (kayaknya yg jawab ibu pertama deh, uda ga jelas) : "Ikan ini ga ada sisiknya"

Saya manggut2 lagi.
Saya : "OOO makasih ya, bu"
Diskusipun bubar, para ibu2 sibuk memilih sayur lagi.

Dengan seplastik ikan "Kembung di tangan" dengan PD saya ngantri mau bayar ke tukang sayur, sambil minta dibersihin insangnya. Ternyata bersihin insang itu gampang ya, tinggal tarik aja, bersih deh...

Sampai di rumah, dengan perasaan deg2an coz pertama kali beli+menggoreng ikan. Tidak lupa saya nyomot jeruk nipis dari pohonnya, kebetulan ada pohon jeruk nipis di depan rumah, mulailah saya beraksi.

Ikan saya keluarin dari plastik, ternyata di plastiknya penuh darah ikan segar, sempet menggidik liatnya. Hihhh. Pas cuci2 itu ikan, kok kayaknya ada sisik ya?! sambil mengingat cara nyokap waktu bersihin sisik ikan, saya pun mempraktekan apa yg diinget. Pas bersihin sisik ini lah kejadian yang paling menyeramkan terjadi, hihhh, itu ikan kok melotot ya, ekornya jg ikutan goyang2 seerreeemmm euy (hiperbola .mode). Dengan mata sedikit terpejam, akhirnya saya memenggal kepala ikan (biar dia ga melotot lagi) dengan bulu roma menggidik, darah segar nyebar, ada di pisau, di tangan saya, di talenan, hiiiiiiiiihhhhhh serem banget, buru2 dah itu kepala ikan saya taruh di plastik dan dibuang ke tong sampah, piuh akhirnya aman. Bersih2 ikannya lanjut lagi.

Setelah ikannya bersih, saya tetesin dgn air jeruk dan lumurin garam, oiya, ga lupa buat 2 goresan di badan tuh ikan (sesuai anjuran ibu 2). Dan goreng deh. Karena masih amatiran, takut minyaknya muncrat ke mana-mana, saya pake tutup panci, heheheh.. Aman deh.

Ga lama, aroma ikan goreng uda nyebar ke seluruh rumah, hmmm nyummie nich. Nampaknya ga sabaran buat nyoba ikan goreng yang masih hangat + tidak lupa pake kecap cocol. Untuk kecap cocolnya saya sempet nelpon nyokap dulu, nanya cara buatnya (gubrak, bener2 amatiran), ternyata gampang aja cukup campur kecap manis + kecap asin dikit + tambah potongan cabe rawit & bawang merah + tetesin dikit dengan air jeruk, jadi deh.

Lahap banget saya makan. Nyummie... Enaaakkk banget... Sapa dulu donk yang masak.

Nb: hari ini saya goreng ikan "Kembung" lagi loh. Huahahahah...

Wednesday, 4 February 2009

Udang Rebus Ala Keluarga

Hari minggu yg lalu ceritanya dapet oleh-oleh udang dari adiknya doi nich, dia baru pulang dari Samarinda. Pas denger kabar dia bawa udang saja, sudah bikin ngecess ces ces. Soalnya udang dari Samarinda ini, gede-gede banget, dan biasanya saya cukup makan 1 ekor aja untuk makan nasi sepiring (kira2 kebayang ga ya gedenya, hehehee...). Yup, Samarinda ini terkenal dengan Udang Galah. Hmmm mantap!

Sekarang saya akan berbagi resep keluarga doi dan masakan favoritnya sampai sekarang, tidak pernah bosan. Dijamin cara masaknya ga pakai ribet.

Udang Rebus

Bahan:
- Udang Samarinda (udang galah)
- Timun, kupas, kemudian gores-gores bagian luarnya dan iris setipis mungkin segar
- Air untuk merebus
- Garam dan gula pasir secukupnya

Bahan pelengkap:
- Kecap asin
- Cabe rawit, potong kecil-kecil

Cara membuatnya:

  1. Udang dibersihkan dulu (biasa saya terima sudah dalam keadaan bersih, jadi tinggal dibilas air bersih)
  2. Didihkan air, banyaknya air sesuai selera. Kemudian masukan udang, garam dan gula. Cicipi rasanya. Masak hingga udang matang, tidak perlu terlalu lama karena nanti akan membuat daging udang alot.
  3. Matikan api, kemudian masukan irisan timun, aduk rata. Sajikan dengan potongan cabe rawit + kecap asin.
Foto udang rebusnya:
Kuahnya seperti kari ya, itu karena telor dari udang keluar, wah pokoknya enak banget deh. Klo ada temen2 yang ke Samarinda, jgn lupa oleh-olehin saya udang ya. GA BAKALAN NOLAK, huahahaha....