Monday, 14 October 2013

Pacific Rim


Pacific Rim adalah salah satu film yang menawarkan visual efek canggih. Dari segi cerita sebenarnya biasa saja, mengenai pertempuran menghadapi monster raksasa menggunakan robot besar yang dikendalikan manusia yang berada di dalam robot tersebut. Sejak kecil kita sudah disodori ide dan film seperti ini, terutama dari Jepang yang memang kreatif kalau soal monster-monsteran dan robot-robotan.

Yang membuat Pacific Rim berbeda adalah budget 190 juta dollar yang diharapkan dapat membuat penonton berdecak kagum dengan pertempuran yang tampak real di dalam kota maupun lautan antara si robot dan monster raksasa, dari sisi ini Pacific Rim memang berhasil, aksi yang dulunya hanya dapat kita saksikan dalam bentuk kartun atau visual efek seadanya, sekarang hadir dalam layar lebar dan memperlihatkan detail yang jelas seperti berbagai sisi robot yang penyok atau hancur akibat serangan monster, aksi saling banting dalam kota yang ramai, singkatnya seperti menyaksikan gabungan Transformers dan Jurassic Park, dan tentu saja dengan keuntungan box office sekitar 400 juta dollar, Pacific Rim berpotensi dibuat sequelnya seperti juga Transformers dan Jurassic Park.



Cukup menghibur dari segi visual efek, tetapi Pacific Rim juga menyisakan beberapa kelemahan, antara lain casting yang kurang kuat, mungkin dapat dimaklumi karena Pacific Rim bukan film drama atau film yang membutuhkan karakter level Academy Award, tapi sebenarnya jika kelemahan ini dapat ditutupi maka dapat menambah kecintaan penonton pada film ini, terbukti film robot lainnya seperti Real Steel yang dibintangi Hugh Jackman dapat menampilkan karakter yang kuat, bahkan karakter robot Atom memiliki pesona sendiri yang dapat membuat penonton jatuh cinta dengan karakter sederhananya. Hal ini tidak didapat pada robot Jaeger di Pacific Rim.

Kelemahan lain yang mengganggu adalah cerita fiksi yang bumbu fiksinya kelewatan. Monster laut ok, robot Jaeger no problem, tapi ide otak monster yang saling terhubung satu sama lain dan dapat diketahui rencana monster dengan menyambungkan otak mereka dengan manusia, tampaknya terlalu berlebihan. Sebenarnya ide pengendali robot yang pikirannya saling terhubung sudah cukup baik, tidak perlu diteruskan sampai ke otak monster, apalagi ditambah informasi sesat yang mengatakan dinosaurus memiliki dua otak. Ini adalah mitos yang keliru yang timbul karena isu bahwa Stegosaurus memiliki otak kedua pada ekornya.

No comments: