Tuesday, 13 October 2009

Cerita Saat Kuberteduh

Tik... Hujan pertama jatuh ke permukaan tanah, disusul dengan jutaan tetesan air lainnya.

Di sebuah pasar tradisional yang becek dan sepi, hanya terlihat beberapa orang yang melintas.

Huh, sebel sekali, seharusnya aku sudah tiba di rumah, dan bukan di bawah tenda ini, tuh liat ihhh jijik sekali, dan sandal baruku ooh tidak kotor bukan maen... Huuuuhhh sebeeellll... Muka uda ditekuk entah berapa lipat, sapa aja yang melihat pasti menyingkir ketakutan, sapa yang peduli, pokoknya aku lagi BT... BT... BT ahhh...

Setelah capek ngedumel sendiri, akhirnya aku tenang sendiri, yah apa boleh buat, salahku juga kenapa tadi tidak menuruti kata Bunda untuk bawa payung, biasalah alasan klasik, malas bawa payung soalnya tasku jadi berat, hehehe... Mana perjalanan masih cukup jauh, yah terpaksa meneduh dulu di tenda ini, dari pada nanti sakit, soalnya besok ada quiz ni, sabar sabar...

Brrr ternyata udaranya dingin juga, mana sepi nih, jd pengen tidur, husss mana bisa tidur di sini atuh... hehehe...Sesaat mataku tertuju pada sebuah bungkusan plastik di dekat gerobak sayur tak jauh dari tempatku berteduh... Hmm kira2 apa ya isi bungkusan itu. Karena rasa penasaran (alias gak ada kerjaan), kupelototin terus tuh bungkusan, soalnya cukup susah melihat isinya, ditambah derasnya hujan. Setelah menit2 berlalu akhirnya aku bisa menduga isi bungkusan itu. Isinya beberapa buku tulis, buku yang paling atas bersampul kertas coklat dan kalo aku tidak salah lihat, bergambar Donal Bebek. Pasti pemiliknya seorang bocah, kasihan juga yah, mungkin tadi terjatuh.

Kok hujan tidak reda juga ya, klo dingin2 begini enaknya ber'internet'an nih (indomie kornet telor), hmmm nyummie, tapi apa daya, sabar sabar...


Sesaat melintas seorang ibu, yang jalannya begitu tergesa-gesa.. haha.. mau kemana ibu itu ya hujan2 gini, pikirku. Tak lama kemudian lewat lagi seorang bocah dengan payung yang salah satu ujungnya sudah robek, ups ternyata ia berhenti sejenak, bungkusan plastik itu juga menarik perhatian si bocah, mungkin karena sampulnya yang bergambar Donal, terlihat si bocah berpikir sejenak, kemudian ia berlalu.

Kenapa hari ini hujannya begitu lama ya, biasa juga cmn byurrr bentar langsung berhenti, apa karena aku bosan jd seakan waktu ikut berhenti, hoaaam. Saat aku menguap, lewat seorang Bapak dengan kumisnya yang tebal, kelihatannya galak sekali, ga peduli hujan deras mengenai tubuhnya hih merinding bulu kudukku (bukan karena tongkrongan si Bapak, tp lebih karena udara yang dingin, hahah.. ketepu ga??!). Ternyata memperhatika orang lewat bisa dijadikan aktivitas yang cukup menyenangkan di bawah tenda ini.

Tidak lama setelah si Bapak lewat, nongol si Tukang Sampah dan ia berhenti di dekat bungkusan plastik itu, cukup lama ia memandang bungkusan itu, namun seperti si bocah ia pun berlalu. Akupun menebak apa kira-kira yang dipikirkan si Tukang Sampah itu "Wah lumayan nih klo diloakin tp kasian juga yah klo nantinya pemilik buku ini mencarinya" haha bole donk aku berimajinasi. Hoammm...

Di ujung jalan terlihat seorang bocah dengan berlari-lari, begitu tergesa-gesanya si Bocah, ada apa sebenarnya. Ternyata si Bocah itu menghampiri bungkusan plastik dan dengan senyum puas dipeluknya plastik itu, tanpa menghiraukan betapa kotornya benda itu, akhirnya si empunya datang, piuh, berakhir sudah petualangan si bungkusan plastik. Ah kira2 apa ya isi buku itu ya, kelihatannya sungguh berarti untuk si bocah itu.

Hujan mulai reda, akupun meninggalkan tenda untuk segera pulang, rasanya ingin segera ber"Internet"an hahaha...

3 comments:

Jahid Kaliwungu said...

Kangen juga nih lama banget nggak ketemuan...gimana Khabar nduk

download Serba gratisan said...

numpang links yach,,,,,,,,,,,, links anda sudah terpasang di http://bangbom.blogspot.com

d'zaro said...

makanya han bawa payung sebelum hujan.. bawa jas sebelum momotoran (sunda)... bawa uang sebelum jalan-jalan.. supaya pulang bisa sewa ojeg payung...